Kamis, 14 Maret 2013

R U Q Y A H S Y A R’ I Y A H


R U Q Y A H   S Y A R’ I Y A H

1. DEFINISI DAN SEJARAH RUQYAH
Ruqyah menurut bahasa adalah bacaan atau mantra. Sedangkan menurut Syariat Islam, ruqyah adalah bacaan yang terdiri dari ayat al-Qur’an dan hadist yang shahih untuk memohon kepada Allah akan kesembuhan orang yang sakit.
Ruqyah dalam pengertian bahasa sudah ada sejak sebelum diutusnya Muhammad sebagai Nabi dan Rasul. Bahkan ada yang mengatakan keberadaan ruqyah seiring dengan keberadaan manusia itu sendiri. Maka dari itulah dalam sebuah riwayat disebutkan, Rasulullah menyeleksi ruqyah-ruqyah yang dimiliki para sahabat, barangkali ada kalimat-kalimat ruqyah mereka yang tidak sesuai dengan Aqidah Islamiyah. Auf bin Malik al-Asyja’iy berkata,”Kami pada zaman jahiliyyah pernah melakukan ruqyah, apa pendapatmu wahai Rasulullah?” Beliau bersabda,
Perdengarkanlah ruqyah kalian kepadaku, ruqyah itu tidak apa-apa selama tidak bermuatan syirik..” (HR. Muslim, no 2200).
Dalil keberadaan ruqyah dalam al-Qur’an adalah firman Allah,
Dan kami turunkan dari al-Qu’an suatu yang menjadi kesembuhan dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (QS. Al-Isra:82)
Adapun dalil dari hadist banyak sekali, diantaranya adalah Aisyah radhiallahuanha bercerita, ketika Rasulullah masuk rumahnya, saat itu dia sedang mengobati atau meruqyah seorang wanita. Maka beliau bersabda,
“Obatilah ia dengan Al-Quran. “(HR Ibnu Hibban no 1419)
Rasulullah pernah meruqyah kedua cucunya, sebagaimana yang diceritakan oleh Ibnu Abbas radhiallahumma bahwa Rasulullah meruqyah Hasan dan Husen dengan do’a,

Saya meminta perlindungan untuk kalian berdua dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna (al-Qur’an) dari (kejahatan) syetan dan binatang berbisa, serta dari pandangan yang menimpanya (yang mengakibatkan sakit).”(HR.Muslim).
Rasullullah juga pernah meruqyah salah seorang sahabatnya yang bernama Ustman bin Abil ‘Ash yang mengeluh sering lupa jumlah rakaat ketika sedang shalat.
2. MANFAAT RUQYAH
  1. Untuk menyembuhkan manusia dari gangguan jin dan sihir, penyakit psikis dan fisik
Semua jenis penyakit bisa diruqyah baik fisik maupun non fisik, medis maupun non medis, karena hakikatnya yang menyembuhkan segala jenis penyakit hanyalah Allah (QS. Asy-Syu’ara’: 80). Dalam pengobatan metode ruqyah ini, kita berdo’a kepada Allah untuk kesembuhan penyakit yang kita rasakan, atau yang dirasakan orang lain yang kita ruqyah.
Allah berfirman, “Dan kami turunkan dari al-qur’an suatu yang menjadi kesembuhan dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (QS. Al-Isra’:82).
Syekh Abdur Rahman As-Sa’di berkata, “Al-qur’an mengandung kesembuhan yang sifatnya umum dan menyeluruh, penyembuh penyakit hati (non fisik) dan penyakit badan (fisik).” (Taisirul Karimir Rahman,3/128). Walaupun sudah jelas bahwa jenis penyakit tersebut adalah medis murni, tidak ada salahnya di samping kita lakukan terapi medis juga kita lakukan terapi ruqyah, karena tidak ada kontradiksi antara pengobatan medis dengan pengobatan ruqyah.
  1. Untuk membersihkan suatu tempat dari gangguan jin dan sihir
Ruqyah juga dapat digunakan untuk mengusir jin dari tempat tinggal kita. Rasulullah mencontohkan kepada kita pada saat memasuki daerah lain, atau tempat-tempat yang belum pernah kita datangi, atau menempati rumah yang sudah lama dikosongkan, atau memasuki rumah baru dengan membaca basmalah, serta berdo’a,
            “Ya Allah, sessungguhnya saya mohon kepada-Mu kebaikan waktu masuk dan waktu keluar, dengan nama Allah kami masuk, dan dengan nama Allah kami keluar dan kepada Allah kami bertawakal.”(HR.Abu Daud)
Ditambah dengan do’a:
            “Aku berlindung kepada kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan yang telah diciptakan-Nya.”(HR. Muslim).
Rasulullah juga memberikan tips kepada ummatnya apabila rumah mereka dijadikan hunian oleh jin-jin penggangu, agar terbebas dari ganguan mereka, hendaklah dibacakan di dalamnya surat al-Baqarah dari awal sampai akhir. Beliau bersabda,”Janganlah menjadikan rumah kalian seperti kuburan, sesunguhnya syetan lari dan kabur dari rumah yang di dalamnya dibacakan surat al-baqarah.”(HR. Muslim). Itulah cara mengusir jin dari dalam rumah yang benar bukan dengan cara mendatangkan dukun bersorban sekalipun atau memendam sesuatu dan mengantung jimat tertentu.
3.  METODOLOGI RUQYAH SESUAI SYAR’IYAH
Sekarang ini banyak orang yang menggunakan metode Ruqyah sebagai bagian dari terapi akan tetapi kita sering dapati perbedaan dalam teknis operasionalnya. Ruqya ada dua macam,yaitu Ruqya Syar’iyyah (sesuai dengan Syari’at Islam) dan ada juga Ruqyah Syirkiyyah (ruqya yang mengandung unsur syirik).  Kalau ruqyah Syar’iyyah memohon pertolongan pada Allah dengan cara dan bacaan-bacaan yang telah dicontohkan Rasulullah dan sahabat-sahabatnya. Sedangkan Ruqyah Syirkiyyah memohon bantuan kepada selain Allah, atau memohon kepada Allah sekaligus memohon juga kepada yang lainnya, bacaannya pun tidak pernah diajarkan Rasulullah dan para sahabatnya, walaupun kadang-kadang caranya mirip dengan Ruqyah Syar’iyyah, atau mengkombinasikan antara Ruqyah yang Syar’iyyah dan Ruqyah Syirkiyyah, dengan begitu pelaku telah mencampuradukkan yang haq dengan yang bathil, dan perbuatan seperti itu sangat disukai syetan.
Ciri-ciri dari ruqyah Syar’iyyah:
1.    Bacannya diambil dari ayat-ayat al-Qur’an atau hadist-hadist yang shahih.
2.   Dibaca dengan bahasa aslinya dan sesuai dengan kaidah bacaannya serta urutannya.
3.   Dibaca dengan suara yang keras atau terdengar.
4. Dan tidak diyakini bahwa bacaan ruqyah itu yang meyembuhkan penyakit, tapi Allah sebagai penyembuhnya. Sebagaimana keyakinan nabi ibrahim yang diceritakan Allah dalam al-Qur’an, “Dan apabila aku sakit, dialah (Allah) yang menyembuhkaan aku.” (QS. Asy-syu’ara’:80).
Ruqyah Syar’iyyah merupakan sarana pengobatan yang bebas dari unsur syirik. Karena sepenuhnya memohon bantuan dan pertolongan Allah semata. Apabila penyakitnya disembuhkan Allah, maka kita mendapat 2 keuntungan sekaligus, yaitu kesembuhan dan kedekatan kepada Allah. Tetapi jika belum sembuh juga, yang kita lakukan tidak akan sia-sia karena Allah menilainya sebagai ibadah yang berpahala. Dan kesabaran kita dalam menghadapi musibah tersebut akan melebur dosa-dosa kita, isya Allah.
4. SYARAT-SYARAT BAGI SEORANG PERUQYAH 
Di antara sifat-sifat yang harus dimiliki oleh seorang peruqyah, terutama untuk ruqyah pengobatan adalah sebagai berikut:
1.      Beraqidah dengan aqidah salafus shalih, yaitu aqidah yang bersih dan benar.
2.      Merealisasikan tauhid yang murni (tidak tercampur syirik) dalam ucapan dan perbuatan
3.      Berkeyakinan bahwa ayat-ayat dan do’a - do’a punya pengaruh pada jin dan syetan dengan izin Allah semata.
4.      Menjauhi hal-hal yang diharamkan, karena itu merupakan pintu syetan untuk mengganggu dan menyerang manusia.
5.      melaksanakan dan mendukung berbagai bentuk ketaatan kepada Allah dan Rasul-nya, karena itu bagian dari senjata untuk mengalahkan syetan.
6.      Senantiasa memohon pertolongan dari Allah dan banyak berdzikir dengan dzikir yang sudah diajarkan dan dicontohkan oleh Rasulullah, karena itu merupakan benteng yang sangat kokoh untuk menghadapi serangan syetan.
5. GEJALA-GEJALA GANGGUAN JIN PADA MANUSIA
Seorang peruqyah tidak bisa melihat jin, karena dia adalah manusia biasa bukan termasuk  Nabi atau Rasul. Allah memberi penjelasan kepada kita mengenai hal tersebut dalam firmannya:
Sesungguhnya ia (syetan) dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dari suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka.” (QS. Al-A’raf:27).
Itulah teks al-Qur’an yang jelas dan tegas menerangkan keterkaitan hubungan manusia dengan jin. Berkaitan dengan maksud ayat diatas Imam Syafi’i dengan tegas mengatakan,”Barang siapa yang mengaku dirinya bisa melihat jin (dalam bentuk aslinya) maka kami tolak kesaksiannya, kecuali kalau dia seorang Nabi.” (Fathul bari: 6/423). Secara pasti kita tidak bisa mengetahui sosok orang yang terkena gangguan jin, pembohong besar kalau ada yang bisa mendeteksi dan menunjuk keberadaan jin dalam tubuh seseorang, kecuali kalau dia bekerja sama dengan jin lain. Kita bisa mengetahui kalau seseorang terkena gangguan jin dari gejala-gejala yang dirasakan orang tersebut, dari kejadian-kejadian aneh yang dialaminya atau kejanggalan-kejanggalan yang dirasakannya. Dan bisa juga informasi itu kita dapatkan dari kerabat dekatnya, karena kadang-kadang yang bersangkutan (si penderita) tidak menyadari kejanggalan tersebut, bahkan dia merasa tubuhnya segar-bugar dan sehat wal ‘afiyat, tidak kurang suatu apapun.
Dari cerita dan gejala yang tampak, seorang peruqyah bisa menganalisa dengan seksama, lalu mengambil kesimpulan bahwa dalam diri orang tersebut ada indikasi gangguan jin atau tidak. Dan bukan memastikan keberadaan jin dalam diri seseorang , apalagi sampai mengetahui jumlahnya serta orang yang telah mengirimnya. Karena itu adalah aktifitas yang biasa dilakukan seorang dukun atau paranormal, bukan seorang peruqyah.
Mayoritas orang memahami bahwa tanda orang diganggu jin adalah kesurupan. Padahal banyak sekali gejala-gejala lain yang sudah kita kita buktikan saat melakukan terapi ruqyah, berdasarkan laporan dan curhat pasien menjelang terapi. Ada dua macam gejala yang bisa kita tanyakan pada pasien secara langsung. Yaitu gejala di waktu terjaga (tidak tidur) dan gejala saat tidur.
1.      Gejala waktu terjaga
-          Badan terasa lemah, loyo dan tidak ada gairah hidup.
-          Berat dan malas untuk beraktifitas, terutama untuk beribadah kepada Allah.
-          Banyak mengkhayal dan melamun, senyum dan bicara sendiri.
-          Tiba-tiba menangis atau tertawa tanpa sebab.
-          Banyak makan tapi tidak kenyang-kenyang, atau tidak makan tapi fisiknya kuat sekali, walau tanpa       menggunakan dopping atau suplemen energi.
-          Emosional, mudah marah-marah dan membesar-besarkan masalah.
-          Kesurupan atau tersumbatnya saraf-saraf.
-          Muncul rasa was-was sewaktu berwudhu atau shalat.
-          Bisa melihat jin dan sensitif akan keberadaan jin disekitarnya.
-          Benci melihat orang shaleh (taat beragama).
-          Menirukan gerakan-gerakan binatang tanpa disadari.
-          Sering merasa ada getaran, hawa dingin atau panas, kesemutan, berdebar dan sesak nafas saat membaca al-qur’an.
2.      Gejala waktu tidur
-          Banyak tidur dan ngantuk berat, atau sulit tidur tanpa sebab.
-          Sering tindihan (tidak bisa bergerak waktu tidur) dan mengigau dengan kata-kata kotor.
-          Melakukan gerakan-gerakan aneh, seperti mengunyah dengan keras sampai beradu gigi.
-          Sering mimpi buruk dan seram atau seakan-akan jatuh dari tempat yang tinggi.
-          Mimpi melihat binatang-binatang seperti ular, kucing, anjing, singa, serigala yang seakan-akan menyerangnya.
-          Mimpi ditemui jin yang yang mengaku arwah nenek moyang atau tokoh tertentu.
-          Saat tidur merasa seperti ada yang mencekik lehernya atau menggelitiknya dan menendangnya.
6. LANGKAH-LANGKAH DALAM MELAKUKAN RUQYAH
1.      Peruqyah dan pasien melakukan wudhu terlebih dahulu.
2.      Peruqyah menasehati pasien agar betul-betul bertaubat kepada Allah dan senantiasa memohon pertolongan darinya.
3.      Peruqyah menanyakan jimat-jimat atau pusaka-pusaka yang dikeramatkan oleh pasien, kalau ada atau ditemukan barang-barang tersebut, maka harus segera dimusnahkan dengan dibacakan ayat kursi atau bacaan ruqyah lainnya terlebih dahulu.
4.      Peruqyah berlindung kepada Allah dari kejahatan syetan, serta memohon bimbingan-Nya agar tidak terjebak dalam tipu daya syetan yang licik.
5.      Peruqyah memohon pertolongan kepada Allah agar diberi kemudahan dalam melakukan terapi ruqyah.
6.      Peruqyah memberi peringatan keras kepada jin yang mengganggu pasien agar bertaubat kepada Allah serta tunduk dan patuh kepada syariat-Nya.
7.      Peruqyah membacakan ayat-ayat dan do’a-do’a ruqyah dengan suara yang keras atau terdengar oleh pasien. Bisa juga di sela-sela bacaan ruqyah diselingi dengan peringatan-peringatan kepada jin pengganggu untuk keluar dengan sendirinya karena taat kepada Allah dan Rasulnya.
8.      Jika sewaktu dibacakan tidak nampak reaksinya, maka tanyakanlah pada pasien barangkali ada reaksi yang lembut dan hanya dirasakan oleh pasien. Tapi kalau tampak langsung reaksinya, maka segera perintahkan jin pengganggu itu agar segera mengakhiri kedzhalimannya dan keluar dari tubuh pasien.
9.      kalau saat itu proses pengobatan belum tuntas atau belum membuahkan hasil, maka jangan bosan untuk mengulanginya, atau suruhlah pasien untuk datang lagi dilain waktu.
10.  Apabila pengobatannya berhasil dan pasien sembuh dari penyakitnya, maka bersyukurlah kepada Allah dan perbanyaklah dzikir memuji kebesaran-Nya.
11.  Perintahkanlah pasien yang sudah sembuh untuk sujud syukur kepada Allah, mensyukuri kesembuhannya dan senantiasa menjalankan perintah Allah dan Rasulnya. Serta pesankanlah pada pasien yang belum  sembuh untuk bersabar dan senantiasa berdzikir memohon pertolongan dari Allah.
12.  Peruqyah yang meruqyah lawan jenis diwajibkan bersama dengan mahromnya serta tidak bersentuhan secara langsung. Sedangkan jika peruqyahnya adalah perempuan, maka sebaiknya hanya meruqyah pasien perempuan saja, karena fitnah dan bahayanya lebih besar dan rawan, walaupun pasien ditemani oleh saudaranya atau temannya yang lain. Kecuali kalau darurat dikarenakan tidak adanya peruqyah laki-laki dan kondisinya sudah kritis. Karena idealnya wanita itu hanya meruqyah suaminya atau anak-anaknya serta saudara-saudaranya sendiri, sebagaimana yang pernah dilakukan oleh ‘Aisyah saat meruqyah Rasulullah. (Lihat HR. Bukhari, no: 5016 dan Muslim, no: 2192).
13.  Anak kecil belum bisa meruqyah dirinya sendiri, maka orang tuanya atau orang yang mempunyai tanggung jawab atasnya harus proaktif untuk meruqyahnya, baik itu ruqyah penjagaan atau ruqyah pengobatan. Untuk ruqyah penjagaan ikutilah apa yang pernah dilakukan Rasulullah terhadap kedua cucunya. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas radiaullahuanhuma menceritakan bahwa Rasulullah meruqyah Hasan dan Husen dengan do’a: “Saya minta perlindungan untuk kalian berdua dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna (al-Qur’an) dari (kejahatan) syetan dan binatang berbisa, serta dari pandangan yang menimpanya (yang mengakibatkan sakit).” (HR. Bukhari).
Sebagai catatan: Kalau yang diruqyah satu atau dua orang, maka peruqyah bisa meletakkan telapak tangannya di kepala pasien (yang sejenis) atau di dadanya sewaktu membaca bacaan ruqyah. Serta lebih baik lagi kalau urutan bacaannya disesuaikan dengan urutan surat dan ayat seperti yang tertulis di dalam al-Qur’an.
Bagi yang berlainan jenis, cukuplah baginya untuk membaca do’a ruqyah, lalu ditiupkan ke pasien. Atau dibacakan di air lalu diminumnya atau dipakai mandi. Pakailah sarung tangan agar tidak bersentuhan langsung saat kondisi darurat, yang mengharuskan peruqyah memegang tubuh pasien.
7. TANDA-TANDA ADANYA GANGGUAN JIN KETIKA MERUQYAH
Tanda-tandanya terbagi atas:
1.      Tanda yang kasar:                                                                                                       mengamuk, menyerang, meraung-raung, kejang-kejang, menangis, tersenyum dan tertawa, menjerit-jerit, memaki-maki, anggota tubuhnya bergerak-gerak terutama tangan dan kakinya, nafasnya tersengal-sengal, mual dan muntah, atau takut dan benci melihat peruqyah dan berusaha untuk lari. Reaksi jenis ini bisa diketahui langsung oleh peruqyah atau orang-orang sekitarnya yang menyaksikan.Apabila pasien mengamuk janganlah panik atau terbawa emosi, tetaplah tenang dan meminta pertolongan Allah dengan memperbanyak bacaan “Hasbunallahu wani’mal wakil”. Kalau diperlukan pukulan, pukullah punggungnya atau ulu hatinya dengan pukulan standar serta pangkal lengannya, dan tetap berhati-hati supaya tidak berakibat fatal, dan waspadalah terhadap serangan balik. Untuk lebih amannya dalam menangani kasus seperti ini, terutama bagi peruqyah pemula, saya sarankan untuk berkonsultasi langsung kepada pakarnya atau anda didampingi langsung oleh yang sudah berpengalaman, sehingga bisa dipandu untuk mencari solusi yang tepat. Bacakan juga ayat 13 dari surat Al-An’am dengan berulang-ulang bila pasien terus bereaksi. Semoga pertolongan Allah selalu menyertai kita untuk mengalahkan musuh-musuh-Nya. 
2.       Tanda yang lembut:
·         Pasien merasa ada sesuatu yang bergerak dalam tubuhnya lalu secara cepat atau lambat bergerak keluar.
·         Pasien merasakan hawa panas yang perlahan-lahan keluar dari jasadnya.
·         Pasien merasa ada sinar atau bayangan yang melesat meninggalkan tubuhnya, tapi ini jarang sekali terjadi.
·         Pasien merasa tubuhnya enteng dan lebih segar, seakan dia baru terlepas dari ikatan yang menjeratnya.
·         kesemutan, kedutan (bergerak-gerak) matanya, telinganya berdengung,
·         melihat sesuatu yang menakutkan,
·          tiba-tiba merasa sedih, resah, ketakutan, 
·          berat dan pusing kepalanya, merasa seakan ada yang menindihnya, merasa berat di bagian anggota tubuh tertentu dan terserang kantuk berat.
Reaksi jenis ini hanya diketahui dan dirasakan oleh pasien, maka peruqyah harus proaktif menggali informasi tersebut dari pasien.
Tidak ada reaksi saat dibacakan bukan berarti tidak ada gangguan. Berilah penjelasan yang cukup kepada si pasien, barangkali dia tidak memahami akan tanda-tanda reaksi terutama yang sifatnya lembut. Sehingga dia bisa menginformasikan apa yang dirasakannya, agar kita tidak salah dalam mengambil kesimpulan. Apakah penyakit yang diderita pasien, jenisnya gangguan medis murni dan kelainan saraf motoriknya, atau penyakit yang berjenis gangguan jin. Bisa jadi yang dideritanya merupakan gabungan dari gangguan medis dan non medis. Perlu diketahui, terkadang ada juga reaksi yang terlambat dan tidak spontan, setelah beberapa jam diruqyah baru muncul reaksi tersebut, baik reaksi yang sifatnya frontal atau yang lembut. Walaupun peristiwa seperti ini jarang kita jumpai di lapangan.
Semua yang tersebut di atas hanya merupakan indikasi yang tidak bisa kita pastikan, karena kita tidak bisa melihat eksistensi mereka. Dan karakter jin pada umumnya adalah pembohong dan penipu. Maka tanyakan lagi kepada pasien, apakah masih ada rasa sakit yang dikeluhkan. Dan tidak ada salahnya kalau ruqyah kita ulangi lagi, untuk memastikan apakah masih ada reaksi, yang frontal atau pun yang lembut.
Tetapi kita bisa melihat orang yang sudah bebas dari gangguan jin dengan melihat perkembangan penyakit yang muncul ketika diganggu jin. Bila gangguannya berupa gangguan fisik, maka kita dapati fisiknya kembali normal seperti semula. Atau penyakit fisik yang dirasakan hilang dan sirna. Namun bila gangguannya itu psikis, maka kita dapati keadaannya akan pulih seperti sediakala. Yang tadinya takut, resah, was-was akan kembali tenang. Atau yang mulanya malas beribadah berubah menjadi giat dan rajin. Untuk lebih meyakinkan lagi, sebaiknya diruqyah ulang dua atau tiga kali lagi, kalau tidak dijumpai lagi reaksi yang kasar maupun yang lembut, atau sudah tidak dirasakan gangguan semula, berarti gangguannya sudah hilang insya Allah, maka bersyukurlah kepada Allah atas pertolongan dan karunia-Nya.
Terapi ruqyah ini tidak dapat dilakukan hanya sekali dua kali saja. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor antara lain : jin yang keluar dapat masuk lagi ketika mental pasien masih lemah, jinnya sudah keluar tetapi masih ada temannya yang lain masih berada di dalam tubu pasien. Untuk itu maka ruqyah harus dilakukan berulang-ulang baik dengan bantuan peruqyah atau meruqyah diri sendiri.
Kalaupun jin tersebut betul-betul sudah keluar, peruqyah tidak bisa memberikan garansi kepada pasien bahwa jin tadi tidak akan balik lagi. Karena permusuhan syetan dengan manusia adalah permusuhan abadi, bisa saja dia keluar masuk. Kalau pasien sendiri malas untuk membentengi dirinya dari gangguan syetan pasca terapi ruqyah, maka tidak mustahil syetan itu akan kembali lagi atau syetan lainnya yang memanfaatkan  kelengahannya. Dan satu hal yang penting diketahui oleh peruqyah atau pasien, yaitu apa yang kita usahakan hanya sebatas usaha yang diserukan oleh agama, adapun hasilnya, sukses atau gagal itu adalah otoritas Allah sebagai Dzat pengabul do’a dan permohonan. Sedangkan kita sebagai hamba jangan berputus asa atau patah arang untuk selalu mengulang dan mengulang dalam berusaha dan berdo’a.
Kita dapat mengenali keluarnya jin dari tubuh pasien dari tanda-tanda:
  1. Pasien tubuhnya meregang yang biasanya disertai dengan desisan atau semburan-semburan nafas lalu mengendorlah urat-urat nadinya, akhirnya lemas. Sering juga dibarengi dengan keluarnya keringat dingin yang membasahi tubuh pasien.
  2. Kalau kita bisa mengajak dialog jin yang didalam tubuh pasien, dan mau kita ajak untuk bertaubat (kembali ke Islam), maka pada proses keluarnya akan terjadi erangan-erangan yang diikuti ucapan salam, lalu organ-organ tubuhnya mengendor dan lemas.
  3. Kalau gangguan awalnya berakibat ke perubahan fisik pasien, seperti perutnya menggelembung atau kaki dan tangannya membengkak, maka akan kita dapatkan mengempes, walaupun biasanya tidak spontan. 
  4.  Tidak jarang juga kita jumpai pasien yang muntah-muntah saat jin mau keluar dari tubuhnya, setelah itu dia merasa lega dan plong.
  5. Kadang-kadang jin keluar bersamaan dengan hembusan nafas si pasien, atau saat dia buang angin dan  buang air, baik kecil atau besar.
8. TERAPI LANJUTAN YANG HARUS DILAKUKAN SESUDAH DIRUQYAH
Pertama kali yang harus dilakukan oleh pasien pasca ruqyah, apabila sakitnya sudah sembuh maka bersyukurlah kepada Allah. Jangan sombong serta takabbur, tetaplah membentengi diri dengan bacaan yang sudah diajarkan Rasulullah. Dan jangan lupa ucapkan terima kasih kepada peruqyah, berilah penghargaan atau hadiah yang pantas kepadanya, baik berupa uang atau barang berharga lainnya. Karena hal ini dicontohkan dalam kisah sahabat yang mendapatkan hadiah kambing setelah meruqyah. Peruqyah telah meluangkan waktunya, meninggalkan tugas lainnya serta mengerahkan tenaga dan pikirannya untuk memnbantu Anda, maka sudah sewajarnya kita hargai jasanya. Dan jangan lupa untuk mendo’akannya semoga Allah senantiasa melindunginya serta membalas kebaikannya.
Akan tetapi kalau sakitnya belum sembuh, maka harus tetap bersabar dan tidak bosan untuk melakukan terapi ulang. Jangan putus asa dalam mengharap kesembuhan dan pertolongan dari Allah, dengan senantiasa menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Semoga peruqyah juga diberi kekuatan oleh Allah untuk membantu proses kesembuhan.
Langkah berikutnya adalah meruqyah diri sendiri. Ini merupakan benteng untuk menghindari gangguan dari jin sesudahnya. Rasullullah telah mencontohkan kepada kita bagaimana meruqyah diri sendiri (mandiri), baik untuk penjagaan atau pengobatan. Contoh ruqyah untuk penjagaan adalah hadits dari Aisyah, “Bahwa Rasulullah apabila merebahkan tubuhnya di pembaringan, beliau meniup kedua telapak tangannya dengan membaca surat al-Ikhlas, surat al-Falaq dan an-Nas. Lalu beliau mengusapkan ke wajahnya kemudian ke seluruh bagian tubuhnya yang bisa dijangkau.” (HR. Bukhari).
Sedangkan contoh ruqyah untuk pengobatan adalah hadits dari Utsman bin Abil ‘Ash, saat dia mengadukan gangguan yang dirasakan. Lalu Rasulullah bersabda: “Letakkanlah tanganmu pada anggota tubuh yang sakit, dan bacalah bismillah tiga kali, lalu berdo’alah:

Aku berlindung dengan kemuliaan Allah dan kekuasaan-Nya dari kejahatan yang aku jumpai dan yang aku waspadai.” (HR. Muslim).
Salah satu tindakan yang baik adalah mengamalkan Al Matsurat pada pagi dan sore hari sebagai amalan harian dan tindakan meruqyah diri sendiri.
9.   BACAAN RUQYAH
A. BACAAN DARI AL-QURAN
Pada intinya seluruh isi Al-Qur’an dapat dipakai untuk meruqyah. Adapun ayat-ayat Al-Qur’an yang pernah digunakan rasulullah SAW dalam meruqyah adalah sebagai berikut:
1.      Al-Fatihah, ayat 1-7
2.      Al-Baqarah, ayat 1-5
3.      Al-Baqarah, ayat 163-164
4.      Al-Baqarah, ayat 225-257
5.      Al-Baqarah, ayat 284-286
6.      Al-A’raf, ayat 117-112
7.      Yunus, ayat 81-82
8.      Al-Mu’minun, ayat 115-118
9.      Ash-Shaffat, ayat 1-10
10.  Al-Ahqaf, ayat 29-32
11.  Ar-Rahman, ayat 33-36
12.  Al-Hasyr, ayat 21-24
13.  Al-Jinn, ayat 1-9
14.  Surat Al-Ikhlash, Al-Falaq, An-Nas
Selain ayat-ayat diatas, ada ayat-ayat yang sangat sering digunakan dalam ruqyah yang juga merupakan sunnah dari Rasulullah SAW:
  1.   Surat-surat untuk meruqyah yang dibaca lengkap dari awal surat sampai akhir adalah sebagai berikut: surat al-Fatihah (HR. Bukhari dan muslim, no: 2276 dan 2201) surat al-Baqarah lengkap dari awaal surat sampai akhir (HR. Muslim, no:252,780,804). Surat ar-Rahman (HR. Tirmidzi, no:3522). Surat al-Mulk. (HR. Tirmidzi, no:3066). Surat al-Kafirun (HR. Thabrani, no:117). Surat al-Ikhlash (HR. Bukhari, no:5017). Dua surat perlindungan, yaitu surat al-falaq dan surat an-Nas (HR. Bukhari, no 5016 dan muslim, no: 2192).
  2. Ayat-ayat untuk meruqyah, diantaranya adalah: ayat kursi (HR. Bukhari, no: 2311). Al-Baqarah ayat 183 (HR. Au Daud, no: 1496). Dua ayat terakhir dari surat al-Baqarah (HR.Bukhari, no:4008, dan Muslim, no:808). Surat Ali Imran (HR.Tirmidzi, no:3723).
  3. Ayat-ayat yang direkomendasikan para ulama’ untuk meruqyah adalah: ayat 102 dari surat al-Baqarah (tafsir Ibnu Katsir, 1/141). Ayat 79-82 dari surat unus dan ayat 117-112 dari surat al-A’raf dan ayat 65-69 dari surat thaha (tafsir Ibnu Katsir, 2/448), dan lihat Majmu’atul Fatawa Syekh Abdul ‘Aziz bin Abdulabdullah bin Baz: 3/279-280). Ayat 115 dari surat al-Mukminun (At-Thibbun Nabawi:68). Kalau reaksinya keras, Ibnu Taimiyyah kita untuk membacakan ayat-ayat ‘ketenangan’, seperti ayat 248 dari surat al-Baqarah, ayat 26 dan 40 dari surat at-Taubah, ayat 4, 18, dan 26 dari surat al-Fath (Madarijus Salikin, 2/532-525). Ayat 3-4 dari surat al-Mulk (At-Thibbun Nabawi:174). Ayat 51-52 dari surat al-Qalam (Tafsir Ibnu Katsir, 4/409).
B. BACAAN DARI AL-HADIST
  1. “Aku Berlindung kepada kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari setiap syaitan dan binatang berbisa, serta dari mata yang jahat”.Al-Bukhari dalam Al-Fath (VI/408)
  2.  “Aku berlindung kepada kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan mahluk-Nya”. Muslim (IV/1728).
  3.  “Aku berlindung kepada kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kemurkaan dan siksa-Nya, dari kejahatan hamba-hamba-Nya, dari godaan syetan dan dari kedatangan mereka kepadaku”.Abu dawud dan at-Tirmidzi. Lihat shahih at-Tirmidzi (II/171)
  4.   “Aku berlindung kepada kalimat-kalimat Allah yang sempurna yang tidak dapat ditembus oleh orang baik maupun orang jahat, dari kejahatan apa yang telah Dia ciptakan, dan jadikan. Serta dari kejahatan yang turun dari langit, dan dari kejahatan yang naik ke langit, dan dari kejahatan yang tenggelam ke bumi, dan dari kejahatan yang keluar dari bumi, dari kejahatan fitnah malam dan siang , dan dari kejahatan setiap yang datang (di waktu malam) kecuali yang datang dengan tujuan baik, wahai Dzat yang Maha Penyayang.”Musnad Ahmad (III/419), dengan sanad shahih. Ibnu Sunni (no.637). lihat Majma az-Zawaid (X/127).
  5. “Ya Allah, Rabb langit yang ke tujuh, dan rab arsy yang agung, rabb kami dan rabb segala sesuatu, pembelah biji dan benih, yang menurunkan taurat, injil, dan al-furqon (al-Qur’an), aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan segala sesuatu,engkau yang memegang ubun-ubunnya.Ya Allah, Engkaulah yang paling pertama, sehingga tidak ada sesuatu apa pun sebelum diri-Mu, Engkaulah yang paling akhir, sehingga tidak ada sesuatupun setelah-Mu, dan Engkaulah yang dzahir sehingga tidak ada sesuatu yang mengungguli-Mu, dan Engkaulah yang batin, sehingga tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi dari-Mu. Lunasilah hutang kami dan cukupilah kami dari kefaqiran.”Muslim (IV/2084).
  6.  “Dengan menyebut nama Allah, aku meruqyahmu dari segala sesuatu yang menyakitimu, dan dari kejahatan setiap jiwa atau mata orang yang dengki. Mudah-mudahan Allah menyembuh-kanmu. Dengan menyebut nama Allah, aku mengobatimu dengan meruqyahmu.”Muslim(IV/1718)
  7. “Dengan menyebut nama Allah, mudah-mudahan Dia membebaskan dirimu,dari segala penyakit, mudah-mudahan Dia menyembuhkanmu, melindungimu dari kejahatan orang dengki jika diamendengki dan dari kejahatan setiap orang yang mempunyai mata jahat.”Muslim (IV/1718)
  8.   “Dengan menyebut nama Allah; aku meruqyahmu dari segala sesuatu yang menyakitimu dari kedengkian orang yang dengki dan dari setiap yang mempunyai mata jahat. Mudah-mudahan Allah menyembuhkanmu.” Sunan Ibnu Majah dari Ubadah bin Shamit (II/268).
  9. “Dengan nama Allah aku meruqyahmu dari segala sesuatu yang menyakitimu, dari kejahatan setiap jiwa atau mata yang dengki. Semoga Allah menyembuhkanmu, dengan nama Allah aku meruqyahmu”.(HR. Muslim)
11. MENERIMA IMBALAN BAGI PERUQYAH
Para imam madzhab yang empat (Abu Hanifah, Malik, Syafi’i dan ahmad) beserta ulama’-ulama’ lainnya sepakat dalam membolehkan menerima imbalan hasil ruqyah.(lihat Fathul Bari,4/457). Dail mereka adalah hadist yang diriwayatkan Abu Sa’id Al-Khudri, dalam hadist ini dijelaskan bahwa rasulullah minta bagian dari imbalan ruqyah yang diterima yang diterima dari salah seorang peruqyah.(lihat hadist riwayat Bukhari da Muslim, no:2276dan no:2201
Begitu juga pada riwayat yang lain Rasulullah bersabda,”Imbalan yang paling berhak kamu terima adalah imbalan dari (pengajaran) al-Qur’an.”(HR. Bukhari, no:5737)   
Rasulullah juga pernah berkata pada paman Kharijah bin Ash-Shalt at-Tamimi yang telah sukses meruqyah orang gila, lalu diberi imbalan 100 ekor kambing,”Ambillah imbalan itu! Demi Allah ada orang yang makan hasil ruqyah yang bathil, sedangkan kamu sekarang makan dari imbalan ruqyah yang haq (benar).”(HR.Abu Daud, no: 3420 dan dishahihkan al-Albani).
12. BOLEHKAH KITA MINTA RUQYAH UNTUK DIRI KITA ATAU KELUARGA KITA, ATAU ORANG LAIN?
Boleh minta ruqyah berdasarkan perintah Rasulullah SAW:
  • Rasulullah SAW memerintah istri beliau ‘Aisyah RA untuk minta ruqyah karena pengaruh ‘ain (pandangan mata orang yang hasad):
عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُا قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَأْمُرُنِي أَنْ أَسْتَرْقِيَ مِنَ الْعَيْنِ .
Dari ‘Aisyah RA berkata: “Aku pernah diperintahkan oleh Rasulullah SAW agar aku minta ruqyah dari ‘ain. (HR. Muslim)
  • Rasulullah SAW memerintah istri beliau Ummu Salamah RA:
قَالَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِجَارِيَةٍ فِي بَيْتِ أُمِّ سَلَمَةَ زَوْجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَأَى بِوَجْهِهَا سَفْعَةً فَقَالَ بِهَا نَظْرَةٌ فَاسْتَرْقُوا لَهَا يَعْنِي بِوَجْهِهَا صُفْرَةً.
Rasulullah SAW bersabda kepada seorang budak wanita di rumah Ummu Salamah istri Nabi SAW, beliau melihat di wajahnya belang. Beliau bersabda: “Pada wajahnya pengaruh pandangan. Maka mintakanlah ruqyah untuk dia.” Yaitu di wajahnya belang kekuningan. (HR. Muslim)
  • Rasulullah SAW memerintah shahabat beliau:
عَنْ عَمْرَةَ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ دَخَلَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَسَمِعَ صَوْتَ صَبِيٍّ يَبْكِي فَقَالَ مَا لِصَبِيِّكُمْ هَذَا يَبْكِي فَهَلا اسْتَرْقَيْتُمْ لَهُ مِنَ الْعَيْنِ. رواه أحمد
Dari ‘Aisyah RA berkata: Rasulullah SAW masuk, maka beliau mendengar suara anak kecil menangis, beliau berkata: “Kenapa anak kecil kalian ini menangis? Kenapakah kalian tidak memintakan ruqyah untuknya dari ‘ain. (HR. Ahmad)
  •   Rasulullah SAW memerintah shahabat beliau:
عن عُرْوَةَ بْن الزُّبَيْرِ حَدَّثَهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ دَخَلَ بَيْتَ أُمِّ سَلَمَةَ زَوْجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَفِي الْبَيْتِ صَبِيٌّ يَبْكِي فَذَكَرُوا لَهُ أَنَّ بِهِ الْعَيْنَ قَالَ عُرْوَةُ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَلا تَسْتَرْقُونَ لَهُ مِنَ الْعَيْنِ.
Dari ‘Urwah bin Az-Zubair RA ayahnya menyampaikan bahwa Rasulullah SAW masuk rumah Ummu Salamah istri Nabi SAW, di rumah ada seorang anak kecil menangis, maka mereka menyebutkan bahwa ank itu terkena ‘ain. ‘urwah berkata: Rasulullah SAW bersabda: Kenapakah kalian tidak memintakan ruqyah untuk dia dari ‘ain?” (HR. Imam Malik dalam Al-Muwaththa’)

OLEH-OLEH PENGAJIAN BAKDA MAGHRIB DI MASJID NABAWI MADINAH
Dari ustd fadhlan abu yasir Lc
Pada pertengahan Januari 2006 Syekh Shalah 'Abud Rektor Universitas Islam Madinah menyampaikan jawaban pertanyaan seorang yang hadir: Bolehkah kita minta ruqyah, karena ada hadits Al-Bukhari nomer 5270 menyebutkan bahwa 70.000 ummat Nabi Muhammad SAW yang masuk surga tanpa hisab dan tanpa adzab, Nabi menjelaskan sifat mereka:
هُمْ الَّذِينَ لا يَسْتَرْقُونَ وَلا يَتَطَيَّرُونَ وَلا يَكْتَوُونَ وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ .
“Mereka itulah orang-orang yang tidak minta ruqyah dan tidak tathayyur dan tidak melakukan kay dan kepada Rabb mereka berserah diri.”
هُمْ الَّذِينَ لا يَسْتَرْقُونَ أي لاَ يَعْتَمِدُوْنَ عَلَى رُقْيَةِ الْغَيْرِ.........
“Mereka itulah orang-orang yang tidak minta ruqyah maksudnya: “mereka tidak menyandarkan diri kepada ruqyah orang lain atau menggantungkan penjagaan diri kepada ruqyah orang lain, bukan sekedar minta ruqyah untuk terapi gangguan jin atau sihir atau ‘ain. Cukup jelas para ulama besar kita membolehkan minta ruqyah berdasarkan hadits-hadits yang shahih. Bergantung kepada peruqyah akan mengurangi tawakkal kepada Allah, sebagaimana tathayyur (menghubungkan antara burung dengan nasib seseorang) merusak tawakkal, begitu pula tidak berobat dengan kay (besi panas) untuk luka berat karena mematikan beberapa saraf, hukumnya makruh bagi yang bukan dokter ahlinya. Dan mereka bertawakkal kepada Allah.
Subhanallah, penjelasan itu lebih memantapkan hati saya untuk mengamalkan ilmu ruqyah yang selama ini saya pelajari dari para masyayikh (ulama). Maka setelah itu saya menggencarkan ruqyah mandiri dan puluhan ribu buku ruqyah telah tersebar. Kemudian di klinik BRH Centre ada program pelatihan ruqyah mandiri bagi pasien yang merasakan gangguan berat. Sebenarnya bukan gangguan jin yang berat, akan tetapi ketahanan iman yang lemah. Mata berat dibuka dan pedih kena debu, bukan debu yang berat, tetapi mata adalah organ yang lemah. Kalau hidung terkena debu bisa bangkis membuang debu itu. Allahu Akbar walillahil hamdu.

DAFTAR PUSTAKA
1.      AL-Qur’an dan terjemahnya
2.      Tafsir Ibnu Katsir oleh Al-Hafizh Ibnu Katsir ad-Dimasyqi
3.      Taisirul Karimil Rahman Fi Tafsiri Kalamil Mannan oleh Syekh Abdur Rahman bin Nashir as-sa’adi
4.      Shahihul Imam al-Bukhari oleh abu Abdilah bin Isma’il al-Bukhari
5.      Shahihul Muslim oleh Muslim bin Hajjaj an-Naisaburi
6.      Shahih Sunan Abi Daud oleh Syekh Muhammad Nashiruddin al-Albani
7.      Sahih Sunan Ibnu Majah oleh Syekh Muhammad Nashiruddin al-Albani
8.      Shahih Sunan at-Tirmidzi oleh Syekh Muhammad Nashiruddin al-Albani
9.      Al-Musnad oleh Imam Ahmad bin Hanbal
10.  Fathul Bari Bisyarhi Shahihil Bukhari oleh Ibnu hajar al-‘Asqalani
11.  Ahaditsul ‘Arba’in an-Nawawiyyah oleh Syekh Imam an-Nawawi
12.  hishnul Muslim Min Adzkaril Kitab Was Sunnah oleh Sa’id bin Ali al-Qahtani
13.  Nahwa Mausu’atin Syar’iyyatin Fi’Ilmir Ruqo oleh Abul Barra’ Usamah bin Yasin al-Ma’ani
14.  Ahkamur Ruqo Wat Tamaim oleh DR. Fahd bin Dhuwayyan
15.  Ighatsatul Lahfan oleh Ibnu Qayyim al –Jauziah
16.  At-Thibbun Nabawi oleh Ibnu Qayyim al –Jauziah
17.  Majmu’atul fatawa oleh syekh Abdul ‘Aziz bin Abdilah bin Baz




THIBBUN NABAWI


THIBBUN NABAWWI 
Thibun nabawi adalah tata cara pengobatan Rosululloh  SAW. Pada masa sekarang ini telah banyak orang yang melupakan atau mungkin belum mengenal thibbun nabawi, hal ini disebabkan karena semakin jauhnya umat islam sendiri dari agamanya ditambah lagi dengan pesatnya perkembangan zaman dan semakin modernnya teknologi pada dunia medis, sehingga banyak umat islam menganggap bahwa tata cara pengobatan warisan Rosululloh  SAW sudah ketinggalan zaman dan tidak berlaku lagi untuk masyarakat modern, padahal jika kita sebagai umat islam mau mempelajari dan memahami thibbun nabawi niscaya akan banyak hikmah dan manfaat yang akan kita dapatkan khususnya dalam dunia pengobatan, selain itu tentunya kita juga akan mendapatkan bonus pahala sunah.
Agama islam memang sangat sempurna, didalamnya tidak hanya terkandung tentang perihal kehidupan dan mengenai tata cara beribadah kepada Sang Maha Pencipta agar manusia bisa memperoleh keselamatan dan kebahagian di dunia dan diakhirat, selain itu islam juga banyak memberikan tata cara dan rumusan-rumusan yang berguna dan bermanfaat untuk manusia secara lahir maupun batin, yang juga meliputi masalah kesehatan, thibbun nabawi merupakan tata cara dan kaidah medis yang banyak dicontohkan oleh Rosulullah SAW yang diwariskan melalui para sahabatnya yang mulia. Jika umat islam pada masa sekarang ini mau mempelajari dan meneliti thibbun nabawi dengan sungguh-sungguh dan ikhlas, rasanya bukan suatu yang mustahil jika umat islam akan dapat mengembangkan teknologi pengobatan yang luar biasa hebat yang akan membawa kemaslahatan untuk umat.
thibbun nabawi merupakan tata cara pengobatan yang didalamnya ada keterkaitan antara cara pengobatan Sang Pencipta dengan tata cara pengobatan manusia, seperti yang telah ditegaskan oleh Allah melalui beberapa firmannya bahwa Allah menciptakan segala yang ada dibumi ini untuk kita. Termasuk segala macam tata cara pengobatan dan obatnya. Maka sudah selayaknya kita sebagai umat islam hendaknya kembali menghidupkan kepercayaan terhadap berbagai jenis obat dan tata cara pengobatan yang diwariskan Rosululloh  SAW dan menjadikan thibbun nabawi sebagai metode pengobatan terbaik untuk mengatasi beragam penyakit.
Thibbun nabawi meliputi banyak hal, diantaranya adalah, madu, jintan hitam, air mawar, cuka buah, air zam-zam, kurma dan berbagai jenis makanan dan minuman  yang menyehatkan lainnya. Selain itu ada pengobatan dengan bekam yaitu pengobatan yang berfungsi mengeluarkan darah kotor dari dalam tubuh dengan cara disayat atau ditusuk dengan jarum, pengoban ruqyah yaitu pengobatan atau terapi dengan bacaan Al-Qur’an ada juga system kompres, karantina dan masih banyak yang lainya.
Semua jenis obat dan tata cara pengobatan tersebut tentunya akan berhasil secara maksimal  jika kita meyakininya secara total baik dengan hati maupun pikiran, seperti pernyataan Ibnul Qoyim Al –Juziyah bahwa keyakinan adalah doa. Dalam islam atau dalam thibbun nabawi kita memiliki keyakinan dan doa kepada Allah.  Dengan obat dan tata cara pengobatan yang tepat, dosis yang sesuai sekaligus disertai keyakinan yang diiringi dengan doa, Insya Allah tidak ada penyakit yang tidak dapat diobati, kecuali penyakit yang membawa kematian.( http://thibbunnabawi.com/)
Thibbun nabawi merupakan pengobatan yang meyakini bahwa yang menyembuhkan adalah Allah yang maha menyembuhkan seperti firmanya dalam alqr’an seperti dibawah ini
وإذا مرضت فهو يشفين. (الشعراء:80)
Apabila aku sakit, Dialah yang menyembuhkanku
di sini dijelaskan bahwa yang menyembuhkan adalah Allah, tindakan-tindakan yang dilakukan adalah wasilah untuk mencapai kesembuhan  karna kita di perintahkan untuk hidup secara menyeluruh dalam kehidupan termasuk dalam hal kesehatan. Seperti yang tersurat dan tersirat dalam surat Al Baqarah ayat 208 Allah menjelaskan :
يأيها الذين آمنوا ادخلوا فى السلم كآفة ولا تتبعوا خطوات الشيطان فإنه لكم عدو مبين
“Hai orang-orang yang beriman masuklah kamu sekalian dalam Islam itu secara Kaaffah (keseluruhan/sempurna), dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah (tipu daya) Syetan. Karena sesungguhnya dia itu musuh yang nyata bagimu.

                Konsekwensi logis dari ayat tersebut, diantaranya adalah tidak sedikit orang yang beriman namun belum Kaaffah terbukti dengan seruanNya : “Wahai orang-orang yang beriman”.  Tidak sedikit manusia yang mampu melangkahkan kaki kanan ada dalam kebaikan namun terkadang kaki yang kiri terjerembab dalam tipu daya syetan. Hal ini diperingatkan olehNya di penghujung ayat.
                Islam sebagai agama yang Syumul (mencakup berbagai hal) duniawi dan ukhrawi memberi solusi dalam segala hal, termasuk didalamnya pengobatan.  Namun alangkah sayangnya ilmu yang dulu lahir dari islam diadopsi oleh barat. Sampai akhirnya kita lengah atau tidak waspada dalam hal yang sangat urgen ini, mereka mendompleng dan memasukan racikan yang Allah haramkan, hingga sekarang 85 % bisnis obat-obatan dikuasai oleh mereka (Yahudi dan Nasrani Cs).  
                Dengan sangat indah Allah swt. menyebutkan dalam Surat Al Baqarah ayat  120 :
ولن ترضى عنك اليهود ولا النصارى حتى تتبع ملتهم.
“Dan tidak ridho Yahudi dan Nasrani kepadamu sampai engkau mengikuti ‘millah mereka”. 
Dalam ayat ini Allah swt. Menyebutkan dengan lapadz millah bukan din yang sering diartikan agama.  Karena millah bisa berarti Sunnah, jalan hidup, pola pikir, tata cara. Jadi tidak mustahil agamanya tetap Islam namun pola pikirnya sudah seperti Yahudi dan Nasrani atau dipaksa mengikuti cara jalan hidup mereka karena belum ada solusi yang tepat bahkan sekarang ini menjadi sebuah kebanggaan bila mengikuti pola mereka, terasa ataupun tidak.
Dalam islam sangat banyak hadits dan ayat yang bias di jadikan rujukan untuk menjaga kesehatan dan mengobati penyakit.
Dari Ibnu Abbas r.a, bahwasanya Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Kesembuhan bisa diperoleh dengan tiga cara: Dengan meminum madu, dengan pembekaman, dengan Kayy (besi panas), dan aku melarang umatku (menggunakan) pengobatan dengan besi panas.” (HR: Al Bukhari no. 5683, Ahmad, Ibnu Majah dan Al Bazzar).


- KEUTAMAAN AL QUR’AN :
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman : “Dan Kami turunkan dari Al Qur’an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman…” (QS. Al Isra’: 82). “Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Rabbmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada…” (QS. Yunus : 57).
Al Qur’an merupakan penyembuh yang sempurna diantara seluruh obat hati dan juga obat fisik, sekaligus sebagai obat bagi seluruh penyakit dunia dan akhirat. Tidak semua orang mampu dan punya kemampuan untuk melakukan penyembuhan dengan Al Qur’an. Jika pengobatan dan penyembuhan itu dilakukan secara baik terhadap penyakit, dengan didasari kepercayaan dan keimanan, penerimaan yang penuh, keyakinan yang pasti, terpenuhi syarat-syaratnya, maka tidak ada satu penyakitpun yang mampu melawan Al Qur’an untuk selamanya. Bagaimana mungkin penyakit-penyakit itu akan menentang dan melawan firman-firman Rabb bumi dan langit yang jika (firman-firman itu) turun ke gunung, maka ia akan memporak-porandakan gunung-gunung tersebut, atau jika turun ke bumi niscaya ia akan membelahnya. Oleh karena itu, tidak ada satu penyakit hati dan penyakit fisikpun melainkan di dalam Al Qur’an terdapat jalan penyembuhannya, sebab kesembuhan, serta pencegahan terhadapnya bagi orang yang dikaruniai pemahaman oleh Allah terhadap Kitab-Nya. Al Allamah Ibnul Qayyim Rahimahullah berkata : “Barangsiapa yang tidak dapat disembuhkan oleh Al Qur’an, berarti Allah tidak memberikan kesembuhan kepadanya. Dan barangsiapa yang tidak dicukupkan oleh Al Qur’an, maka Allah tidak akan memberikan kecukupan kepadanya.” (Lihat Zaadul Ma’aad karya Ibnul Qayyim, IV/6, IV/352).

- KEUTAMAAN RUQYAH :
Pengobatan dengan cara ruqyah juga merupakan pengobatan yang sangat mujarab. Karena, sebuah doa jika tidak ada hal-hal yang menghalangi terkabulnya menjadi sarana yang cocok untuk menolak sesuatu yang kita benci dan mendatangkan apa yang kita harapkan. Doa juga merupakan obat yang sangat mujarab, apalagi bila disertai ilhah (rengekan agar permintaannya dikabulkan). Doa yang disertai ilhah akan mampu menolak dan menghilangkan musibah atau setidak-tidaknya dapat meringankan. (Lihat kitab Al Jawab Al Kafi, hal 22-25). Ruqyah juga memiliki khasiat medis yang tidak bisa diabaikan. Penyakit yang diderita seseorang bukan hanya disebabkan oleh sesuatu yang bersifat lahir, namun juga sesuatu yang bersifat tersembunyi. Maka pengobatan ruqyah merupakan cara terbaik untuk membersihkan tubuh seseorang dari segala pengaruh buruk yang timbul akibat gangguan setan, sihir, ‘ain (pandangan mata jahat), kesurupan jin, sengatan binatang berbisa, dll.

- KEUTAMAAN MADU :
Allah Azza Wa Jalla berfirman: “Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia.” (QS. An Nahl: 69). Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :“Hendaknya kalian menggunakan dua macam obat: madu dan Al Qur’an.” (HR: Ibnu Majah dan Al Hakim dalam Shahih-nya).
Manfaat Madu : Mengobati perut melilit atau buang-buang air (HR: Al Bukhari, Muslim), membaguskan hafalan (Ibnul Jarir, Az Zuhri), menghilangkan kotoran pada usus dan pembuluh darah, menetralisir kelembaban tubuh Mencuci lambung, membersihkan lever, memperlancar buang air kecil dan mengobati batuk berdahak (Ibnul Qayyim). Juga dapat menyembuhkan Osteoporosis (tulang kropos), gangguan pencernaan, radang tenggorokan, migraine, pembersih muka (masker), jantung, pertumbuhan gigi, sulit tidur, luka bakar, anemia, meningkatkan daya tahan tubuh, keputihan, gatal-gatal/alergi, menambah nafsu makan, sariawan, menguatkan kandungan ibu hamil, melancarkan buang air kecil, menguatkan fungsi ginjal, menormalkan tekanan darah, menyuburkan peranakan, dll.

- KEUTAMAAN HABBATUS SAUDA’ :
Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Hendaknya kalian mengkonsumsi Habbatus sauda’ (jintan hitam). Karena Habbatus sauda’ mengandung obat untuk segala jenis penyakit, kecuali As Saam (kematian).” (HR: Al Bukhari, Muslim, At Tirmidzi, Ahmad dan Ibnu Hibban). Ibnul Qayyim al Jauzi : Dapat membunuh bakteri, menghilangkan penyakit alopecia, kusta, demam, batuk berdahak, maag, nyeri haid, ASI tidak normal, dll. Selain itu juga dapat menyembuhkan penyakit liver, Ginjal, Tumor, Asam Urat, Kanker , Sakit gigi, Diabetes, Keputihan, ostereoporosis (Rapuh tulang), Paru-paru Rheumatik, penguat system kekebalan tubuh, membuang racun dalam tubuh, menghilangkan/mengurangi alergi, asma, bronchitis, memecah batu ginjal, memacu pertumbuhan rambut dan mencegah kerontokan, memperlambat proses penuaan sel, menormalkan tekanan darah, memperkuat daya konsentrasi, menyembuhkan impotensi, menyeimbangkan hormone, dll. Kandungan Habbatus Sauda : Crystalline Nigellone dan Arginine, Asam Alfa Linolenic dan Asam Linoleic, Karotin, 15 macam asam amino Protein, Karbohidrat, minyak Olatile, Kalsium, Sodium, Potasium, Magnesium, Selenium, Zat Besi, Vitamin A, B1, B2, B6, C, E, dan Niacin.

- KEUTAMAAN AIR ZAM-ZAM :
Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Air Zamzam itu penuh berkah. Ia merupakan makanan yang mengenyangkan (dan obat bagi penyakit).” (HR: Muslim IV/1922 no. 2473, Al Bazzar, Al Baihaqi dan Ath Thabrani). “Air Zamzam tergantung kepada tujuan diminumnya.” (HR: Ahmad III/357, 372, Ibnu Majah no.3062 dan lainnya). Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam pernah membawa air zamzam (didalam tempat-tempat air) dan ghirbah (tempat air dari kulit binatang), beliau menyiramkan dan meminumkannya kepada orang-orang yang sakit.” (HR: At Tirmidzi dan Baihaqi, lihat Silsilah Al Hadits Ash Shahihah no. 883).

- KEUTAMAAN BEKAM ( HIJAMAH ) :
Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Sesungguhnya sebaik-baik apa yang kalian lakukan untuk mengobati penyakit adalah dengan melakukan bekam.” (HR: Abu Dawud no. 3857, Ibnu Majah no. 3476, Al Hakim IV/410, Ahmad II/342 dari Abu Hurairah r.a). Dari Abdullah bin Mas’ud r.a., Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam menceritakan ketika beliau di Isra’kan, tidaklah beliau melewati sekumpulan Malaikat, melainkan mereka meminta kami, “Perintahkanlah ummatmu untuk berbekam.” (HR: At Tirmidzi). Dari Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Barangsiapa berbekam pada hari ketujuhbelas, sembilan belas, dan dua puluh satu (tahun Hijriyyah), maka ia akan sembuh dari segala macam penyakit.” (Shahih Sunan Abi Dawud, II/732).
Manfaat Bekam : Dapat menyembuhkan Rabun mata dan Vertigo, penyakit yang berhubungan dengan otak, gemetaran, ketakutan dalam tidur, konjungtivitis, katarak, kudis, mata berair, mata bengkak, luka sariawan, koreng bintik-bintik, exophthalmos, pelebaran pupil mata, koreng di kepala, mengompol, mimisan, telinga bengkak, bisul, sinusitis, sakit gigi dan linu gigi geraham, pendarahan di rahim, encok, rambut rontok, rabies, dll.

- KEUTAMAAN SIWAK :
Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Kalau bukan karena memberatkan ummatku, pasti sudah kuperintahkan mereka bersiwak setiap kali hendak shalat.” (HR: Al Bukhari dan Muslim). “Bersiwak itu adalah cara mensucikan mulut dan mendapatkan keridhaan Allah.” (HR: Al Bukhari).
Manfaat Siwak : Mengharumkan mulut, menguatkan gusi, menghilangkan dahak, mempertajam pandangan mata, menghilangkan gigi keropos, menyehatkan lambung, menjernihkan suara, membantu pencernaan, mempermudah bicara, memberi semangat dalam membaca, berdzikir dan shalat, mengusir kantuk , membuat Allah ridha, mengagumkan para Malaikat dan memperbanyak amal kebaikan. (Ibnul Qayyim)
.
- KEUTAMAAN MINYAK ZAITUN :
Allah Azza wa Jalla berfirman : “…yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang banyak berkahnya, (yaitu) pohon Zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat(nya), yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api…” (QS. An Nur:35). Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Konsumsilah minyak Zaitun dan gunakan sebagai minyak rambut, karena minyak Zaitun dibuat dari pohon yang penuh dengan berkah.” (HR: At Tirmidzi dan Ibnu Majah). “Gunakanlah minyak Zaitun sebagai lauk dan gunakanlah sebagai minyak rambut karena ia berasal dari pohon yang penuh dengan berkah.” (HR: Al Baihaqi dan Ibnu Majah).
Manfaat minyak Zaitun : Mempercepat penyembuhan luka bakar, melindungi luka dari bakteri, mencegah rontoknya rambut, menghilangkan gatal-gatal, menurunkan kolesterol, menguatkan kandung empedu, menurunkan kadar gula/diabetes, menurunkan asam lambung, menghilangkan flek dan kerut wajah, melindungi dari bakteri, mencegah rontoknya rambut, memberikan vitamin pada kulit, mencegah kulit kering, melembutkan, menghaluskan, mengencangkan kulit, dll.

- KEUTAMAAN CELAK ( BATU ITSMID ) :
Dari Salim, dari ayahnya secara marfu’: “Gunakanlah Itsmid, karena Itsmid bisa menjernihkan pandangan mata dan menumbuhkan bulu mata.” (Diriwayatkan oleh At Tirmidzi dan Hakim, shahih dan disepakati oleh Adz Dzahabi). Sementara dalam kitab Abu Nu’aim ada tambahan “…menghilangkan kotoran.” (Riwayat Ath Thabrani dan Ibnu Abi Ashim dari Ali, dan sanadnya hasan). Dari Ibnu Abbas secara marfu’, bahwa Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda : “Celak yang terbaik bagi kalian adalah itsmid. Karena itsmid dapat menjernihkan penglihatan dan menumbuhkan rambut.” (HR: At Tirmidzi, Ibnu Majah, Ibnu Hibban, dan Hakim. Dihasankan oleh Tirmidzi).
Manfaat Celak : Menjaga kesehatan mata, memperkuat cahaya penglihatan, menjernihkan mata, memperlembut materi busuk yang ada dalam mata serta memaksannya keluar, penghias mata. Bila dipakai sebelum tidur, dapat menyelimuti kelopak mata, menenangkan mata dan memelihara kealamiannya. (Lihat Thibbun Nabawi oleh Ibnul Qayyim).

- KEUTAMAAN PARFUM ( WANGI-WANGIAN ) :
“Bahwasanya Rasulullah tidak pernah menolak wangi-wangian.” (Shahih Al Bukhari). Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda : “Barangsiapa yang ditawari wewangian, janganlah ia menolaknya. Karena wewangian itu semerbak baunya namun ringan dibawa kemana-mana.” (Shahih Muslim). Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda “Dari dunia kalian, yang kusukai adalah wanita dan minyak wangi. Namun yang menjadi tambatan hatiku adalah shalat.”
Manfaat wewangian : Disukai malaikat dan dibenci setan, disukai oleh ruh yang baik dan dibenci oleh ruh yang jelek, mengikuti sunah Rasulullah dan para Nabi, dapat membersihkan otak, jantung serta seluruh organ tubuh bagian dalam, menggembirakan hati, menyenangkan jiwa, memberi kesegaran ruhani, melambangkan kebersihan dan keindahan, dll.

- KEUTAMAAN GURAH :
Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda : “Cara pengobatan yang terbaik buat kalian adalah bekam dan qisth laut. Janganlah kalian menyiksa anak-anak kalian dengan membiarkan mereka terkena penyakit udzrah.” (Hadits Shahih, dalam Thibbun Nabawi oleh Ibnul Qayyim). “…Celaka kalian. Janganlah kalian bunuh anak-anak kalian. Wanita manapun yang anaknya terkena penyakit udzrah atau sakit di kepalanya hendaknya mencari qisth India, dicampur dengan air lalu digunakan sebagai gurah.” (HR: Ahmad, Hakim, Abu Ya’la, dan Al Bazzar. Rawi-rawinya shahih).
Qisth laut ada dua macam, Qisth India dan Qisth Cina. Jenis ini merupakan obat kuno yang senantiasa dipergunakan di India hingga saat ini untuk mengobati pusing, flu dan sebagian penyakit asma dengan cara menggurah. Udzrah adalah sejenis penyakit yang menyerang tenggorokan akibat darah yang bergejolak. Gurah adalah sejenis obat yang diteteskan ke dalam hidung. Terkadang berasal dari satu jenis dan terkadang merupakan ramuan. Baru kemudian digunakan bila diperlukan. Caranya adalah dengan dicekokkan ke dalam hidung seseorang dengan berbaring, sehingga obat gurah itu bisa langsung masuk ke otak, lalu penyakitnya akan dikeluarkan melalui bersin atau semburan hidung. (Lihat kitab Thibbun Nabawi oleh Ibnul Qayyim).
Manfaat Gurah : Dapat mengeluarkan lendir kotor, kuman penyakit, racun (kopi, rokok, alcohol, nikotin, dll), membersihkan saluran pernafasan, pencernaan dan darah, membuat suara menjadi keras, nyaring, panjang, merdu, halus, bersih, dll. Juga dapat menambah volume paru-paru, memanjangkan nafas, menyembuhkan penyakit TBC, Asma, sesak nafas, mengguk, sakit kepala, migraine, pusing, stress, Flu, pilek, alergi debu, dll.

- KEUTAMAAN KURMA ( AJWAH ) :
Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda : “Barangsiapa yang mengkonsumsi tujuh butir kurma Ajwah di pagi hari (dalam riwayat lain : tujuh butir kurma Al Aliyyah), pada hari itu ia tidak akan terganggu oleh racun ataupun sihir.” (Hadits Shahih riwayat Al Bukhari dan Muslim). Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda “Kurma Ajwa itu berasal dari surga. Ia adalah obat dari racun, seperti jamur truffle, airnya adalah obat penyakit mata.” (HR: An Nasa’i, dan ibnu Majah dari Jabir dan Abu Said). Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda : “Rumah yang tidak ada kurma di dalamnya, akan membikin lapar penghuninya.” (Hadits Shahih, lihat kitab Thibbun Nabawi oleh Ibnul Qayyim).
Manfaat Kurma : Memiliki kandungan hormonoxotosine yang dapat membantu proses persalinan, mengandung hormone extrogene yang memiliki fungsi krusial untuk membantu kerja khusus setiap anggota tubuh yaitu : tulang, payudara, kulit, mulut rahim, horman FSH, pembentukan tubuh yang yang mengurangi kerapuhan tulang, menyeimbangkan ion dan garam dalam tubuh, membantu produksi spermatozoid bagi laki-laki, menyeimbangkan kolesterol, membersihkan rahim, dll.

- KEUTAMAAN SUSU / ASI :
“Dan sesungguhnya pada binatang ternak itu benar-benar terdapat pelajaran bagi kamu. Kami memberimu minum daripada apa yang berada dalam perutnya (berupa) susu yang bersih antara tahi dan darah, yang mudah ditelan bagi orang-orang yang meminumnya.” (QS. An Nahl: 66). “(Apakah) perumpamaan (penghuni) surga yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa yang di dalamnya ada sungai-sungai dari air yang tiada berubah rasa dan baunya, sungai-sungai dari air susu yang tiada berubah rasanya…” (QS. Muhammad : 15). “Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh…” (QS. Al Baqarah: 233).
Keutamaan ASI daripada air susu lainnya : ASI lebih bersih dan steril, tidak terlalu dingin dan tidak terlalu panas, tidak rusak meski disimpan dalam waktu yang cukup lama (dalam tetek ibunya), sesuai lambung sang anak yang menyusu, memberikan antibody bagi anak, mencegah kegemukan bagi anak dan ibunya, menumbuhkan ikatan batin dan kasih sayang antara anak dan ibunya, dll. Keutamaan susu kambing, sapi dan unta : Mengandung vitamin A, vitamin D, Choline, Calcium, Phosphate. Bahan tersebut sangat berguna bagi pertumbuhan fisik dan kesehatan badan.
- KEUTAMAAN HINNA ( INAI / PACAR ) :
Diriwayatkan oleh Al Bukhari dan Abu Dawud, bahwa setiap kali ada orang yang datang menemui Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam dan menceritakan sakit di kepalanya, pasti beliau bersabda : “Bekamlah!” Dan setiap kali orang menceritakan sakit di kakinya kepada beliau, beliau berkata: “Gunakan inai untuk membalutnya.” (HR: Abu Dawud, At Tirmidzi, Ibnu Majah, Ahmad, Al Hakim, Al Bukhari dalam Tarikh-nya). Nabi pernah terkena penyakit pusing sehingga terpaksa melumuri kepalanya dengan inai. Beliau bersabda: “Insya Allah, obat ini berkhasiat menghilangkan pusing.” (HR: Ibnu Majah, masih disangsikan keshahihannya).
Manfaat inai: Memperindah, mengkilatkan, mewarnai jari-jari, kuku, rambut, kulit, menumbuhkan dan menguatkan rambut, menghilangkan jerawat di kaki, betis dan seluruh tubuh, menyembuhkan koreng, cacar air, sakit pinggang, luka bakar, pusing/sakit kepala, migraine, dll.

- KEUTAMAAN JAHE ( JANZABIL ) :
Allah Azza wa Jalla berfirman: “Di dalam surga itu mereka diberi minum segelas (minuman) yang campurannya adalah jahe.” (QS. Insan: 17). Dari Abu Sa’id Al Khudri bahwa ia menceritakan: “Raja Romawi pernah menghadiahkan kepada Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam satu karung jahe. Beliau memberikan kepada setiap orang satu potong untuk dimakan, dan aku juga mendapatkan satu potong untuk kumakan.” (HR: Abu Nu’aim dalam kitab Ath Thibb An Nabawi).
Manfaat Jahe: Dapat menghangatkan tubuh, membantu pencernaan, melunakkan makanan, mengatasi penyumbatan lever, mengatasi angin duduk, menambah hormone, menghilangkan dahak, menambah daya hafal, mengharumkan bau mulut, meningkatkan gairah seksual, menghambat ejakulasi dini, menguatkan fungsi paru-paru, menghilangkan pegel dan linu-linu, menghilangkan mual dan kembung, mencegah batuk, pilek, asma dingin, melancarkan buang air besar/kecil.By: Abu Fahd, Bojong Gede, Bogor(http://marketingalitishom.com/index.php

                Dewasa ini ilmu pengobatan Islam yang telah diadopsi dan didompleng oleh mereka timbul tenggelam kepermukaan.  Padahal kalau kita cermati apotik-apotik konvesional sekarang ini tidak sedikit kalau tidak dapat dikatakan semuanya berlambangkan piala dan ular atau tongkat dan ular  merupakan lambang Aesculapus (dewa obat-obatan yang berbentuk ular) yang hendak minum air kehidupan dalam piala namun tidak sampai atau tanda R, yaitu lambang yang berasal dari lambang altar dewa Jupiter atau Zeus Pater.  Lambang-lambang itu dianggap sebagai azimat penangkal dan sumber penyembuhan.  Bukankah ini symbol kemusyrikan yang sangat bertolak belakang dengan surat Asy Syua’aro diatas. Maka sangatlah wajar bila lambang-lambang itu mereka bubuhkan dalam surat obat yang berarti, “ Semoga Dewa Jupiter / dewa ular segera memberi kesembuhan” demikian dijelaskan dalam buku Jejak Sejarah Kedokteran Islam yang diedit oleh A.D. el Marzdedeq, DIM. Av.  Karena lambang apotik Islam adalam herba (tanaman yang mengandung obat).
            Kelengahan lain kita ialah tentang kehalalan dan kethayiban obat yang kita makan, padahal Rasulullah saw menjelaskan :
إن الله لم يجعل شفاءكم فيما حرمه الله.  رواه البخاري
“Sesungguhnya Allah tidak akan menjadikan kesembuhan dengan sesuatu yang Ia haramkan atasmu”.
Memang di negri kita ini hak-hak konsumen belum semuanya berlaku, kita tidak pernah bertanya kepada dokter yang memberikan resep apakah obatnya dijamin halalan thayyiban ? Karena disinyalir ada beberapa obat kapsul pembungkusnya dicampur dengan gelatin babi.  Oleh sebab itu Imam As Suyuthi dalam kitabnya Ath Thib An Nabawi (Pengobatan cara Nabi) menuqil pendapat Imam Ahmad yang mentidak bolehkan seorang muslim  menerima racikan obat yang diberikan oleh kafir Dzimmi, karena dikhawatirkan ada satu ramuan yang diharamkan Allah.
Sesungguhnya yang HALAL itu jelas dan HARAM itu juga jelas. Diantaranya keduanya ada perkara-perkara yang syubhat yang tidak diketahui kebanyakan manusia.Siapa yang menjaga dirinya dari perkara syubhat, sesungguhnya ia memelihara dirinya dan kehormatan dirinya. Dan siapa yang terjatuh dalam perkara syubhat kemungkinan ia terjatuh kedalam yang haram seperti seorang pengembala yang mengembala di sekeliling kawasan larangan, maka di khawatirkan binatang binatang ternaknya akan masuk dan makan rumput di kawasan larangan itu.Ketahuilah sesungguhnya bagi setiap raja ada kawasan larangan dan kawasan larangan Allah ialah segala yang diharamkan oleh Nya. Ketahuilah sesungguhnya di dalam jasad manusia ada segumpal daging. Jika baik daging tersebut maka baiklah seluruh jasad dan jika rusak maka rusaklah seluruh jasad.Ketahuilah, segumpal daging itu ialah hati .(HR Bukhari  Muslim)
"Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang Allah telah rezkikan kepadamu, dan bertakwalah kepada Allah yang kamu beriman kepada-Nya "         (QS.Al-Maidah: 88)
Segala yang tumbuh dari badannya dari makanan yang haram dan riba,maka api neraka lebih baik untuknya (HR Ibnu Mardawih dari Atak dari Ibnu Abbas ra)
“Duhai Sa’id, perbaikilah MAKANANmu, niscaya kamu akan menjadi orang yang terkabul DO’Anya. Demi Allah yang jiwa Muhammad dalam genggaman-Nya, sungguh orang yang memasukkan SESUAP makanan haram kedalam PERUTnya, maka tidak akan diterima AMAL kebajikannya selama EMPATpuluh hari.” (HR. Thabrani)
Akan tiba suatu zaman dimana seseorang itu tidak menghiraukan darimana datangnya harta,apakah dari yang halal atau yang haram “ (HR Bukhari)
Dari Ummu Salamah Radliyallaahu 'anhu bahwa Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Sesungguhnya Allah tidak menjadikan obat penyembuhmu dalam apa yang diharamkan kepadamu." Riwayat Baihaqi dan dinilai shahih oleh Ibnu Hibban. Hadits No. 1278.
Dari Abdurrahman Ibnu Utsman al-Qurasyi Radliyallaahu 'anhu bahwa ada seorang thabib (dokter) bertanya kepada Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam tentang katak yang dijadikan obat. Lalu beliau melarang membunuhnya. Riwayat Ahmad yang dinilai shahih oleh Hakim. Abu Dawud dan Nasa'i juga meriwayatkannya.